Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Misteri macam macam alat penyiksaan jaman dulu

Jaman dahulu, untuk mendapatkan informasi, membuat orang mengaku salah atau menghukum kriminal, digunakan alat siksa yang luar biasa brutal dan mengerikan. Rasa sakit yang dihasilkan akibat disiksa dengan menggunakan alat khusus tersebut membuat siapapun pasti akan buka mulut. Untungnya kita hidup di jaman yang sudah maju dan bisa membedakan mana yang manusiawi, mana yang tidak. Berikut adalah 10 alat siksa jaman dahulu yang mengerikan


1# Burning Stake 
Burning Stake atau pancang yang terbakar ialah siksa tingkat lanjut dari Crucifixion. Dengan mekanisme yang sama yaitu dengan memaku korban di tiang kayu dan lalu mengumpulkan kayu bakar dibawah korban, lalu setelah kayu bakar dirasa sudah cukup banyak korban dan kayu tersebut disirami dengan minyak tanah lalu api-pun disulut dan membuat korban terbakar. Katanya ini merupakan cara kematian yang sangat sakit dan perlahan. Bedanya dengan Crucifixion adalah korban tidak dilepas bajunya, ini bertujuan agar api cepat menyambar.

2# Branze Bull
Branze Bull atau Bronze Bull merupakan alat siksa manusia yang juga cukup terkenal pada zaman yunani kuno. Alat siksa yang berbentuk patung banteng dari besi kuningan ini sebgai penjara bagi korbannya. Banteng ini mempunyai pintu masuk kecil dan cukup untuk menampung satu orang dewasa. Setelah korban dimasukan lalu pintu segera dikunci dan algojo segera menyalakan api dibawah banteng tersebut. Kontan banteng yang terbuat dari besi kuningan akan cepat menyerap panas sehingga akan memanggang korban didalamnnya hidup-hidup. Keunikan dari alat ini adalah di mulut sapi terdapat sistem suara, jadi teriakan korban didalamnnya akan terdengar seperti lenguhan sapi dari luar.

3# Spiked 

Alat Siksa manusia yang juga cukup terkenal lainnya adalah Spiked Chair, atau kursi berduri. Alat siksa yang banyak digunakan pada periode akhir 1800 di Eropa ini lebih banyak digunakan untuk menginterogasi tawanan. Alat ini berupa bangku yang diberi paku-paku kecil namun runcing, banyaknya berkisar antara 500-1500 paku/bangku. Di pegangan bangku dan kaki bangku diberi tali atau sabuk pengikat agar tawanan tidak bisa melepaskan diri. Lalu korban didudukan sambil diintrogasi. Terkadang tidak hanya itu, para algojo menyalakan api dibawah bangku yang terbuat dari besi tersebut hingga selain korban terkena tusukan dari duri-duri runcing tersebut juga akan meleleh kulitnya akibat menyentuh besi yang dipanaskan .

4# Iron Maiden
Masih berhubungan dengan duri. Alat siksa yang selanjutnya ini bahkan lebih parah dari Spiked Chair. Yaitu Iron Maiden, sebuah peti berdiri besar yang didalamnya berisi duri. Sama seperti Spiked Chair. Iron Maiden mempunyai fungsi sebagai a;at introgasi, namun plus juga dengan hukuman mati. Korban akan ditelanjangi terlebih dahulu lalu dipaksa masuk kedalam peti besi tersebut. Lalu ketika pintu ditutup korban otomatis akan tertusuk duri-duri panjang yang menempel di pintu tersebut. Duri-duri tajam tersebut sengaja tidak mengarah kepada alat vital, hanya tertuju pada kaki, tangan, perut bagian bawah, dan mata. Di kepala Iron Maiden terdapat jendela yang dapat dibuka tutup, fungsinya adalah alat bercakap-cakap untuk introgasi. Setelah merasa selesai korban akan dibiarkan sekarat didalam peti tersebut hingga meninggal dalam waktu rata-rata 2 hari.

5#The Wheel
Yang ke ini adalah The Wheel atau juga disebut Breaking Wheel, yaitu yang artinya roda penghancur. Alat siksa yang ditemukan saat sistem roda mekanik ditemukan ini cukup banyak sekali variasinya, tetapi yang paling utama adalah korban diikat kepada sebuah roda raksasa dan diputar-putar. Tidak hanya diputar-putar, tepat dibawah roda tersebut sudah disiapkan api yang menyala sehingga saat korban berada dibawah, korban akan terpanggang api lalu roda diputar lagi untuk menaikan korban dan diturunkan lagi hingga korban benar-benar terpanggang. Selain itu di sisi lain terkadang api juga dapat diganti dengan duri/paku. Sehingga setiap kali korban berputar dan melewati paku tersebut korban perut korban akan teriris dan mengeluarkan organ-organ dalam.

6# Thumb Screw
Selanjutnya adalah Thumb Screw yang dalam bahasa Indonesia berarti sekrup jempol. Thumb Screw ini juga digunakan sebagai alat introgasi, yaitu semacam sekrup besar dari besi yang digunakan untuk menghancurkan seluruh jari korban. Mekanisme kerjanya adalah korban akan dimasukan jarinya kedalam alat tersebut lalu diintrogasi, jika korban menolak untuk menjawab, maka sang algojo akan memutar tuas sekrup tersebut hingga semakin rapat dengan jari, terus seperti itu jika korban tetap tidak menjawab maka akan terus diputar hingga jari korban tak mampu menahan tekanan dan lalu remuk.

7# Knee Splitter
Lanjutan dari Thumb Screw. Knee Splitter atau pembelah Lutut. Mempunyai mekanisme kerja yang sama hanya saja dengan alat yang lebih besar lagi dan juga diberi kayu runcing yang gunanya untuk mematahkan tulang lutut. Jumlah kayu runcing juga bervariasi dari 3-13 tergantung seberapa besar tindak kriminal sang korban tersebut. Tujuan alat ini digunakan untuk introgasi dan jarang untuk eksekusi mati.

8#  Garrote
Masih membahas alat peremuk, alat penyiksa yang satu ini lebih kejam dari pada dua alat peremuk diatas. Yup, Garrote adalah mesin peremuk leher. Alat penyiksa ini digunakan di Spanyol pada 1977 sampai pada akhirnya dilarang pada tahun 1988. Alat ini berbentuk bangku dan tinggi dan dilengkapi borgol leher di puncak bangku. Algojo akan memutar tuas yang mengencangkan besi disekitar leher korban hingga akhirnya benar-benar patah, membuat korban akan kehabisan nafas dan akhirnya meninggal

9# Tongue Tearer

Lalu kita akan membahas alat penyiksa manusia yang terkenal sangat sadis ini. Tongue Teare atau pembelah lidah merupakan alat sederhana yang berbentuk seperti gunting besi besar. Mekanisme juga sangat simple, alat ini akan menggunting lidah korbannya sampai putus atau bahkan mengguntingnya menjadi dua tergantung kemauan algojonya. Walaupun yang terpotong adalah lidah namun korban akan mati dengan cepat karena lidah adalah tempat tersakit jika digunting dan mengandung banyak darah.

10# Crucifixion
Yang ini adalah hukuman mati yang sangat populer khususnya bagi kaum kristiani. Yaitu Crucifixion atau Penyaliban. Hukuman mati yang dianut oleh bangsa Romawi ini mempunyai tingkat siksaan fisik dan mental yang amat tinggi. Bayangkan saja mekanisme dari Penyaliban adalah korban dipaku di sebuah tiang kayu. Bisa tiang lurus atau berbentuk salib dan kedua kaki dan tangannya dipaku hingga menancap dikayu tersebut. Lalu korban dibiarkan menggantung disana tanpa diberimakan atau minum dan dibiarkan hingga meninggal. Yang membuat penyaliban amat menyakitkan adalah bukan karena kehilangan banyak darah, tapi karena rasa sakit otot. Saat korban dipaku maka tubuh korban akan tertarik kebawah menyebabkan rasa sakit pada segal bagian tubuh dan sesak nafas. Rata-rata korban dari Penyaliban hanyalah bertahan 3-4 hari.


Jangan lupa lanjut ke part#4
########################
site map

Posting Komentar

0 Komentar