1# Stock And Pillory
Alat siksa yang paling pertama dan mungkin paling ringan adalah Stock. Alat ini hanya berfungsi sebagai borgol raksasa yang mengekang tangan korban. Biasanya alat ini digunakan untuk alat introgasi mata-mata. Korban tangannya dimasukan kedalam lubang lalu dikunci, lalu kemudian diintrogasi sembari dicambuki. Yang satu lagi adalah Pillory. Alat siksa manusia ini lebih tidak manusiawi dibanding Stock. Korban dipaksa berlutut lalu tangan dan kakinya keduanya dikunci sehingga benar-benar tidak bisa bergerak.
2# The Saw
The Saw atau “Gergaji” merupakan metode eksekusi mati yang cukup terkenal karena tingkat kesadisannya, metode hukuman mati ini sering digunakan di Eropa pada zama Kekaisaran Romawi, Spanyol dan beberapa negara di Asia. Metode penyiksaannya adalah, korban terlebih dahulu diikat baik tangan maupun kakinya, lalu korban diangkat dan digantungkan terbalik di sebuah tiang. Namun kaki korban dibuka dan mulailah algojo melaksanakan eksekusi mati tersebut dengan menggergaji tubuh korban dari anus. Biasanya algojo hanya menggergaji setengah bagian tubuh korban agar korban menderita kesakitan yang lebih lama dan merasakan darahnya sendiri mengucur membasahi kepalanya. Baru setelah korban tewas algojo akan membelah tubuh korban menjadi dua.
3#The Rack
Lalu kita akan membahas alat siksa manusia yang lainnya. Yaitu sebuah alat yang banyak ditemukan pada zama medieval dan sepertinya tidak pernah absen dalam Dungeon sebuah kastil. Yup. The Rack, sebuah alat siksa yang pertama kali digunakan di Britania Raya. Alat siksa manusia ini berbahan dasar kayu, bentuknya seperti tempat tidur dan mempunyai tambang, roda dan tuas yang saling berlawanan arah. Korban yang dihukum mati akan diikat tangan dan kakinya dengan tambang pada tuas yang berlawanan tersebut. Lalu sang algojo akan memutar masing-masing tuas yang berlawanan tersebut hingga menarik tangan dan kaki korban berlawanan. Proses ini akan menimbulkan rasa sakit yang amat dahsyat dan membuat korban stress berat mendengar bunyi otot dan tulangnya yang berderak, hingga akhirnya perut dan dada korban terputus menjadi dua bagian, korban masih sempat hidup sampai beberapa saat dan akhirnya meninggal kehabisan darah.
4# Quartering by The Horse
Selanjutnya adalah sebuah metode hukuman mati pada zaman kerajaan. Quertering by The Horse atau dapat diarterikan “Membelah menjadi 4 oleh kuda” juga merupakan eksekusi yang cukup populer dan sampai diangkat dalam film Braveheart. Metodenya sangat simple sekali, yaitu ke-dua tangan dan kaki korban masing-masing diikat dengan satu tali yang terhubung dengan 4 kaki kuda yang masing-masing berlawanan arah. Lalu dengan diberi tanda maka ke-empat penunggang kuda tesebut melecut kudanya dan membuat ke-empat kuda berlari ke-empat arah berlawanan hingga melepas tubuh korban kedalam empat penjuru.
5#
Guillotine
Guillotine secara harfiah berarti Alat Pemenggal Kepala. Alat yang ditemukan saat masa Revolusi Prancis dan pertama kali digunakan pada tahun 25 April 1792. Menjadi simbolik alat siksa terkenal sepanjang masa. Alat yang terdiri dari bangku tidur serta tiang penyangga pisau besar yang sangat tajam dengan ketajaman 45 derajat ini mempunyai cara kerja yang sederhana. Korban ditelungkupkan diatas bangku dan lalu kepalanya dikunci oleh sebuah kayu yang berlubang, lalu sang algojo melepas tali penyangga pisau besar yang lalu langsung meluncur turun memotong kepala korban. Konon menurut penelitian korban hanya punya waktu 6 detik untuk hidup setelah kepala terlepas dari tubuhnya, dan tentunya itu adalah 6 detik terhorror sepanjang masa.
6# Impalement
Impalement berasal dari kata Impale yang artinya menusuk. Sesuai namanya alat siksa manusia yang sati ini digunakan sebagai eksekusi mati perlahan yang kerap digunakan pada zaman kerajaan Yunani, Asiria dan Romawi kuno. Alat yang digunakan sangat sederhana yaitu hanya sebuah tombak atau pasak besar yang ditancap didalam tanah. Lalu penetrasi korban biasanya dilakukan melalui lubang anus secara vertikal. Membuat korban semakin lama semakin tertusuk lebih dalam. Jenjang ketahanan korban sangat variatif jika korban tertusuk lurus mengenai organ vital ( jantung, hati, paru-paru ) korban akan langsung meninggal akibat pendarahan. Tetapi jika korban tertusuk melewati tulang punggung maka korban bisa bertahan dari 3-8 hari sesuai kekuatan fisik korban tersebut.
7# The Five Pain
5 Rasa Sakit, itulah arti dari alat siksa manusia yang satu ini. Dengan tujuan untuk memberikan 5 tingkatan rasa sakit disetiap tahapnya. Tahap pertama korban akan disayat hidungnya hingga rata, lalu tahap kedua tangan korban kedua-duanya akan dipotong. Tahap ketiga, kedua kaki korban akan dipotong hingga korban cacat. Tahap keempat korban akan dikebiri atau dipotong alat kemaluannya hingga pada tahap korban benar-benar sekarat. Dan terakhir tahap kelima setelah korban sudah lua biasa lemas, korban akan dipotong badannya menjadi dua bagian. Penemu alat siksa ini adalah seorang perdana mentri Cina, Li Shi yang ironisnya beliau dihukum mati dengan metodenya sendiri.
8# Hang, Draw and Quartering
Gantung, Cincang dan Belah itulah arti dari alat siksa manusia yang terakhir ini. Metode yang banyak dilakukan di Inggris ini berada di posisi puncak karena tingkat kekejamannya. Yaitu pertama-tama korban akan dikurung dipenjara selama beberapa hari dan tidak diberi makan maupun minum, setelah hari H waktu eksekusi, korban diseret ketempat lalu digantung hingga benar-benar sekarat. Korban lalu diturunkan dan dibaringkan, dan kemudian dikeluarkan isi perutnya ( disembowelment ) tetapi tidak bagian vital agat menjaga korban tetap hidup. Isi perut korban-pun dibakar didepan korban untuk menimbulkan tekanan mental. Lalu korbanpun dipotong tubuhnya menjadi 5 bagian. 2 kaki, 2 tangan dan 1 kepala. Terakhir kepala korban biasanya dipajang ditempat umum sebagai tanda. Korban dari penyiksaan ini biasanya adalah laki-laki yang ditetapkan sebagai narapidana kelas terberat.
9# Boilling
Boilling atau merebus adalah salah satu alat siksa manusia yang kerapa digunakan di Rusia dan Eropa pada 300 tahun yang lalu. Metode penyiksaan yang sederhana ini hanya memerlukan tunggu besar seukuran manusia dewasa. Terdapat beberapa metode cara penyiksaan, yang pertama korban dimasukan secara terikat kedalam tungku tersebut lalu tungku tersebut di isi air, tar, timah cari atau bahkan minyak. Lalu kayu bakar dibawah tungku tersebut mulai dinyalakan hingga kulit korban melepuh secara perlahan. Atau teknik yang selanjutnya adalah memanaskan terlebih dahulu tungku berisi tersebut dan setelah air benar-benar mendidih korban digantung terbalik dan dimasukan perlahan-lahan kedalam tungku mendidih tersebut.
10# Disembowelment
Yang selanjutnya adalah Disembowelment atau yang artinya mengeluarkan isi. Penyiksaan manusia yang dinyatakan terparah pada zaman kekaisaran Cina dan Jepang ini bertujuan untuk membedah korban lalu mengeluarkan seluruh atau sebagian organ-organ vital seperti ginjal, usus, paru-paru, hati, dan jantung selalu dikeluarkan yang terakhir. Pembedahan dimulai dari perut menggunakan pisau yang tajam. Metode ini sangatlah fatal terkadang korban diberi ramuan penguat agar tidak pingsan dan memperpanjang waktu penderitaan korban.
#######################











0 Komentar